IKLAN1

AKU

Sabtu, 11 Desember 2010

CANDIDIASIS VAGINALIS

A. Pengertian
Kandidiasis Vaginalis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur, yang terjadi disekitar vagina. Umumnya menyerang orang-orang yang imunnya lemah.
Kandidiasis dapat menyerang wanita disegala usia, terutama usia pubertas. Keparahannya berbeda antara satu wanita dengan wanita lain dan dari waktu ke waktu pada wanita yang sama.
Candidiasis adalah penyakit jamur, yang bersifat akut atau subakut disebabkan oleh spesies candida, biasanya oleh spesies candida albicans dan dapat mengenai mulut, vagina, kulit, kuku, bronki atau paru, kadang-kadang dapat menyebabkan septikemia, endokarditis, atau meningitis.
Nama lain dari candidiasis adalah kandidosis, dermatocandidiasis, bronchomycosis, mycotic vulvovaginitis, muguet, dan moniliasis.
Istilah candidiasis banyak digunakan di Amerika, sedangkan di Kanada, dan negara-negara di Eropa seperti Italia, Perancis, dan Inggris menggunakan istilah Kandidosis, konsisten dengan akhiran –osis seperti pada histoplasmosis dan lain-lain.
B. Penyebab
Kandidiasis Vaginalis disebabkan oleh jamur candida albicans. Selain divagina dapat menyerang organ lain yaitu kulit, mukosa oral, bronkus, paru-paru, usus dll. Candida biasanya tidak ditularkan melalui hubungan seksual.
Kandidiasis vagina lebih sering terjadi terutama karena meningkatnya pemakaian antibiotik, pil KB, dan obat-obatan lainnya yang menyebabkan perubahan suasana vagina sehingga memungkinkan pertumbuhan Candida. Kandidiasis vagina sering ditemukan pada wanita hamil atau wanita dalam siklus menstruasi dan pada penderita kencing manis.
C. Gejala Klinis
1. Mengenai mukosa vulva (labia minora) dan vagina.
2. Bercak putih, kekuningan, heperemia, leukore seperti susu
3. pecah, dan gatal hebat.
4. Dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih.
D. Diagnosa
Secret encer, berwarna kuning keabu-abuan, berbau amis yang melekat pada daerah vagina. Selain itu diagnisis dapat ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroscopyc menggunakan sediaan apus dari secret yang dihasilkan vagina.
E. Patogenesis
Infeksi Kandida dapat terjadi, apabila ada faktor predisposisi baik endogen maupun eksogen.
a. Faktor endogen meliputi perubahan fisiologi, umur dan imonologi.
Perubahan fisiologi seperti kehamilan ( karena perubahan pH dalam vagina ) : kegemukan ( karena banyak keringat ) ; debilitas; latrogenik; endokrinopati ( gangguan gula darah kulit ); penyakit kronik seperyi : tuberculosis, lupus eritematosus dengan keadaan umum yang buruk.
Umur contohnya : orang tua dan bayi lebih mudah terkena infeksi karena status imunologinya tidak sempurna. Imunologi contohnya penyakit genetik.
b. Faktor eksogen meliputi : iklim, panas, dan kelembaban menyebabkan respirasi meningkat, kebersihan kulit.
F. Pengobatan
1. Instatin : berupa cream, salep, emulsi.
2. Grup azol : mikonazol 2% berupa cream atau bedak, klotrimazol 1% berupa bedak, larutan dan cream, tiokonazol, bufonazol, isokonazol, siklopiroksolamin 1% larutan, cream, antimikotin yang laen yang berspektrum luas.
3. Untuk kandidiasis vaginalis dapat diberiakan kontrimazol 500mg pervaginam dosis tunggal, sistemik diberikan ketokonazol 2x200mg selam 5 hari atau dengan intrakonazol 2x200mg dosis tunggal atau dengan flukonazol 150mg dosis tunggal.
4. Intrakonazol : bila dipakai untuk kandidiasis vulvovaginalis dosis orang dewasa 2x100mg sehari, selama 3 hari.
G. Pencegahan
Obat-obatan tidak biasa dipakai untuk mencegah kandidiasis.
Ada beberapa alasan :
a. Penyakit tersebut tidak begitu bahaya.
b. Ada obat-obatan yang efektif untuk mengobati penyakit tersebut.
c. Ragi dapat menjadi kebal ( resistan ) terhadap obat-obatan. Memperkuat sistem kekebalan tubuh adalah cara terbaik untuk mencegah jangkitan kandidiasis.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kandidiasis vaginalis merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur candida albicans yang, menyerang daerah vagina dengan gejala gatal atau iritasi pada daerah vagina dan bisa disertai pengeluaran secret.
B. Saran
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca yang bersifat membangun guna perbaikan makalah ini di masa mendatang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar